KREATIFITAS SISWA SMP 1 PORONG #1
Selasa, 19 Mei 2015
Rangkaian acara dalam menyambut kedatangan BNN pada tanggal 20 Mei 2015 nanti salah satunya adalah Lomba Grafiti. Nah, lomba grafity ini berbeda dengan lomba yel-yel atau mading. Lomba ini tergolong istimewa, Kenapa? karena siswa yang di ikut sertakan untuk unjuk kebolehan dalam kreatifitasnya di tunjuk langsung oleh guru Seni Budaya.
Bagaimana hasil dari grafity anak-anak yang di bimbing langsung oleh Bapak Yusfi dan Ibu Retno? yuuuk kita intip yaaaa
Read more ...
Bagaimana hasil dari grafity anak-anak yang di bimbing langsung oleh Bapak Yusfi dan Ibu Retno? yuuuk kita intip yaaaa
KREATIFITAS SISWA #2
Senin, 18 Mei 2015
POSTER
Kali ini kita ingin menyajikan salah satu kreatifitas anak SMIPOR yang berupa POSTER. dari mulai membuat, mengecat dan menempel poster, Alhamdulillah dilakukan dengan semangat dan keceriaan.
Nah....kita lihat ya foto-fotonya :)
Testimoni Seorang Pecandu
Minggu, 17 Mei 2015
Ilustrasi: shreyapandey.wordpress.com
Pertama kali aku mencoba inex (jenis pil ecstacy) saat di sebuah club di kota Perth, Australia. Saat itu dugem (dunia gemerlap) memang bukan hal asing untukku. Ketika di Jakarta pun aku sudah mencicipi minuman beralkohol saat usia SMP, dan mencoba mariyuana ketika masa SMA. Hingga ketika aku berkuliah jauh dari rumah pun setiap weekend aku selalu clubbing di negeri kangguru itu.
Seorang Vietnamese di sebuah club waktu itu mendekatiku, mengajak kenalan, dan kita ngobrol. Ia lalu menawarkan 2 butir pil inex untuk ku tenggak.. aku mencoba.. satu … dua … tiga … untuk mendapatkan sensasinya. Dan dari perkenalan itu pula Nguyen (sebut saja begitu, bukan nama sebenarnya) menawarkanku untuk suatu saat mampir ke apartemennya. Ia menyebutkan memiliki shabu-shabu yang bisa dikonsumsi gratis untukku.
Hingga suatu hari aku hubungi Nguyen dan memberitahukan akan mampir ke tempatnya. Di apartemen itulah pertama kali aku belajar bagaimana mengonsumsi shabu-shabu. Dan seminggu kemudian aku kembali ke tempatnya, dan beberapa hari kemudian lagi. Itu karena aku bisa mengonsumsi itu dengan gratis. Namun setelahnya, aku semakin kecanduan. Aku mulai mengonsumsi shabu-shabu dari mulai seminggu dua kali, sampai hampir setiap hari aku membutuhkan barang jahanam itu.
Uang dari hasil kerjaku sebagai waitress waktu itu banyak kuhabiskan untuk membeli shabu-shabu. Nguyen kerap mengantarkan pesananku ke tempat aku bekerja di Freemantle. Dan begitulah kehidupanku saat itu. Kuliah, kerja, mengonsumsi narkoba, itu terus. Aku terjaga dan melek setiap hari hampir 24 jam. Karena shabu-shabu itu aku baru tidur jam 5 pagi, beruntung jaringan internet di sana sangat murah dan cepat aksesnya yang menjadi teman setia, lalu bersiap-siap beraktivitas lagi.. hingga malam, dan seterusnya.
Law of attraction, bagaimana diri kita akan saling bertemu dengan orang yang seperti kita juga. Dan begitulah di college kala istirahat, aku pun sering ngumpul bareng dengan Dave (sebut saja begitu), warga Australia pemakai heroin. Dan akhirnya suatu hari aku pun mampir ke kediaman Dave untuk mencoba barang haram itu.
Tiga kali aku mencoba dengan jarum suntik. Dan semakin aku kecanduan akan narkoba. Tapi aku memilih untuk kembali ke shabu-shabu dan mariyuana untuk mengatasi rasa ‘ingin’ku.
Kembali aku berkenalan dengan teman-teman tanah air yang juga pengonsumsi narkoba. Di flat mereka selalu tersedia mariyuana satu ember siap untuk kukonsumsi dengan bebas. Aku semakin jatuh terjerat dalam lingkungan tanpa masa depan.
Kebiasaanku itu mampu kututupi dengan baik di antara teman-temanku lainnya
yang bukan pecandu. Bahkan teman serumahku, sahabat baikku sendiri tidak pernah tau bahwa aku selama ini adalah seorang pecandu.
Dan rasa kecanduan itu semakin gila. Jika aku sedang membutuhkan rasanya sakit sekali seluruh badanku.. panas dingin.. dan rasanya ingin menyakiti diri sendiri agar rasa itu hilang… aku pernah menyilet-nyilet tangan untuk merasakan pedihnya.. tapi aku sama sekali tak merasakan perihnya goresan silet itu.
Hidup sebagai pecandu dan clubbers masih terus kujalani meski telah lulus kuliah dan kembali ke Jakarta. terlebih setelah aku bekerja di Jakarta dan memiliki pendapatan yang cukup besar kala itu. Bekerja di sebuah perusahaan asing dengan bos bule yang mempercayakan kunci apartemennya padaku. Dan seperti biasa law of attraction itu terjadi lagi. Aku berteman dengan seorang pemakai juga di kantor, dan kami sering pesta narkoba di apartemen bos-ku itu.
Hingga kehidupan seperti itu suatu saat berubah total…
Saat aku bertemu dengan seorang yang menerimaku apa adanya. Aku bisa berterus terang tentang seluruh latar belakangku, mengapa dan bagaimana sehingga aku menjadi seorang pecandu.
Dan akhirnya kami berumah-tangga…
Tuhan Maha Baik saat Dia memberikanku jalan terang… aku mulai mencoba memakai kerudung… aku mencoba kembali mendekatkan diri pada Tuhan.. dan berpasrah atas segala vonis medis akan diriku…
Beberapa vonis dokter atas kondisi medisku adalah bahwa aku tidak akan memiliki anak karena memiliki masalah dengan alat reproduksiku. Dan aku juga telah divonis akan mendapatkan stroke di usia muda. Dan ada beberapa penyakit medis lainnya sebagai efek berbagai obat-obatan terlarang maupun kondisi psikisku.
Tuhan Maha Baik.. Dia menjungkirbalikkan vonis dokter… saat aku berdoa dan sangat menginginkan buah hati dari rumah tanggaku.
Tuhan Maha Baik saat ia perlahan mengangkat beberapa penyakit yang kuderita yang membuatku rutin meminum obat-obatan…
Telah 9 tahun sudah aku berhenti menggunakan narkoba…
Dan itu tak pernah mudah.. tak pernah mudah untuk bisa berhenti…
Suamiku sebagai penampung racun, menjadi tempat detox batin untukku, sekaligus menjadi sarana rehabilitasiku yang berat sekali…
Aku sering mengamuk dengan mood swing yang ekstrim jika sedang membutuhkan barang-barang itu. Aku tak mempedulikan anak-anak, yang ada hanyalah keinginan untuk mendapatkan barang haram itu…
Obat sakit kepala, obat tidur dan obat-obatan lainnya yang sudah tidak jelas lagi kadang kutenggak yang sudah tidak ketahuan lagi berapa banyak, puluhan mungkin hanya sekedar menghilankan pusing yang tidak karuan itu…
Kurasakan, paling tidak ada 3 hal untuk bagaimana kita bisa berhenti dari kecanduan narkoba.
Pertama, ’jalan terang’ dari Tuhan.
Kedua adalah tekad kuat untuk berhenti.
Ketiga:
Berhenti melakukan penyangkalan-penyangkalan akan realita masa lalu yang menyebabkan kita jatuh pada jeratan narkoba. Kita harus bisa menerima segala latar belakang pahit atas siapa diri kita, terlahir di keluarga yang seperti apa, dan berani membuka diri kepada dunia, bahwa ya.. aku ingin sembuh…
Dan ke-empat adalah…
Cinta dan sahabat. Cinta dari orang-orang terdekat yang menerima apa adanya, dan lingkungan sahabat yang menopang kita di kala apapun… Baik itu sahabat lama maupun sahabat-sahabat baru yang kutemukan di Kompasiana. Para sahabat yang tulus mengasihiku dalam kondisi apapun. Dan mereka kubutuhkan dalam mengatasi ‘rasa ingin’ku akan candu itu.
Dari Kompasiana ini aku mengenal banyak sahabat dari berbagai komunitas. Kampret (Kompasianer Hoby Jepret), FC (Fiksiana Community), IDKita, KoplakYoBand, dan yang pasti sahabat-sahabatku dari Kumpulan Emak Blogger (KEB). Merekalah yang menjadi penguat batinku untuk tidak lagi kembali pada kehidupan yang tanpa arah.. dan kini.. aku mulai memiliki mimpi.. dan bersama para sahabat, kubangun mimpi-mimpi itu.
dok. pribadi
(Love)
*Testimoni ini merupakan catatan yang kelak akan dibaca oleh putri-putri ku, sebagai penyampai pesan bahwa sekali saja mencoba narkoba, kita akan terjerat, metabolisme tubuh kita berubah, syaraf-syaraf di otak berubah, dan dikendalikan oleh rasa nikmat palsu dari narkoba.
Diambil dari Kompasiana.
LOMBA MADING ANTI NARKOBA #1
Minggu, 17 Mei 2015
SMIPOR ....YESSSS!!
Dalam meningkatkan kreatifitas siswa dalam rangka kepedulian terhadap NARKOBA SMP 1 PORONG mengadakan lomba mading antar kelas.
Salah satu hasil lomba mading tersebut diambil 3 peserta Terbaik yang akan dilombakan kembali di Tingkat Kabupaten pada tanggal 20 Mei 2015.
Read more ...
Dalam meningkatkan kreatifitas siswa dalam rangka kepedulian terhadap NARKOBA SMP 1 PORONG mengadakan lomba mading antar kelas.
MENGENAL MORFIN
Rabu, 13 Mei 2015
Elixir berbasis opium telah dinisbahkan kepada alchemists of zaman Bizantium, tapi rumus tertentu seharusnya menghilang selama penaklukan Ottoman Konstantinopel. Sekitar tahun 1522 Paracelsus referensinya berbasis opium elixir yang ia sebut, '' laudanum'' dari kata bahasa Latin ''laudare'' berarti "pujian." ia menggambarkannya sebagai pembunuh rasa sakit yang kuat, tetapi dianjurkan bahwa itu digunakan secukupnya. Pada akhir abad ke-18, setelah penaklukan Inggris Benggala tahun 1757 memberikan East India Company kepentingan langsung dalam perdagangan opium, resep candu lain yang disebut 'laudanum' menjadi sangat populer di kalangan dokter dan pasien.
Morfin ditemukan sebagai alkaloid aktif pertama yang diambil dari tanaman opium poppy pada Desember 1804 Paderborn oleh Friedrich Sertürner. Obat pertama dipasarkan untuk masyarakat umum oleh Sertürner and Company pada tahun 1817 sebagai analgesik, dan juga sebagai pengobatan untuk kecanduan opium dan alkohol. Kemudian ditemukan bahwa morfin lebih kecanduan daripada alkohol atau opium, dan penggunaannya yang luas selama Perang Saudara Amerika diduga mengakibatkan lebih dari 400.000 penderita dari "penyakit soldier's" morfin kecanduan. Ide ini telah menjadi subjek kontroversi, seperti yang sudah ada usulan bahwa penyakit tersebut ternyata fabrikasi; didokumentasikan pertama penggunaan frase "soldier's penyakit" pada 1915.
Diacetylmorphine (lebih dikenal sebagai heroin) disintesis dari morfin pada 1874 dan dibawa ke pasar oleh Bayer pada tahun 1898. Heroin adalah sekitar 1.5–2 kali lebih kuat daripada morfin secara milligram untuk milligram. Menggunakan berbagai langkah-langkah subjektif dan objektif, satu studi memperkirakan potensi relatif heroin untuk morfin dikelola intravena untuk post-addicts harus 1.80–2.66 mg morfin sulfat untuk 1 mg diamorphine hidroklorida (heroin).
Morfin menjadi zat controlled di AS di bawah UU pajak narkotika Harrison 1914, dan kepemilikan tanpa resep di Amerika Serikat adalah pelanggaran pidana.
Morfin adalah analgesik narkotika yang paling sering digunakan di dunia sampai heroin berhasil disintesis dan digunakan. Sampai sintesis dihydromorphine (ca. 1900), kelas dihydromorphinone opioid (1920-an), dan oxycodone (1916) dan obat-obatan yang serupa, biasanya ada tidak ada obat lain dalam kisaran kemanjuran yang sama sebagai opium, morfin, dan heroin, dengan sintetis masih beberapa tahun lagi (pethidine diciptakan di Jerman pada tahun 1937) dan opioid agonists di antara semi-synthetics analogues dan turunan kodein seperti dihydrocodeine (Paracodin), ethylmorphine (Dionine), dan benzylmorphine (Peronine). Bahkan saat ini, morfin adalah yang paling dicari setelah resep narkotika oleh pecandu heroin ketika heroin langka, semua hal-hal lain yang sama; kondisi setempat dan preferensi pengguna dapat menyebabkan hydromorphone, oxymorphone, oxycodone dosis tinggi, atau metadon serta dextromoramide dalam contoh-contoh spesifik seperti Australia tahun 1970-an, ke atas daftar tertentu. Obat-obatan stop-gap yang digunakan oleh terbesar jumlah absolut pecandu heroin mungkin adalah kodein, dengan signifikan juga penggunaan dihydrocodeine, poppy jerami derivatif seperti poppy pod dan teh biji poppy, propoxyphene, dan tramadol.
* Gejala fisik yang timbul akibat penggunaan morfin
1. Pupil mata menyempit
2. Denyut urat nadi makin lambat
3. Tekanan darah menuru.
4. Suhu badan menurun
5. Otot menjadi lemah
6. Bila sudah mencapai tingkat keracunan,terjadi kejang otot
7. Dampak fisik penggunaan morfin
8. Kejang lambung
9. Muka merah
10. Gatal sekitar hidung
11. Meningkatkan produksi antidiuretik hormone sehingga produk air seni berkurang
12. Menghambat produksi hormone gonadotropin yang menimbulkan gangguan mentruasi serta gangguan impotensi
13. Merasa mulut kering,seluruh badan panas, anggota badan terasa berat
1. Pupil mata menyempit
2. Denyut urat nadi makin lambat
3. Tekanan darah menuru.
4. Suhu badan menurun
5. Otot menjadi lemah
6. Bila sudah mencapai tingkat keracunan,terjadi kejang otot
7. Dampak fisik penggunaan morfin
8. Kejang lambung
9. Muka merah
10. Gatal sekitar hidung
11. Meningkatkan produksi antidiuretik hormone sehingga produk air seni berkurang
12. Menghambat produksi hormone gonadotropin yang menimbulkan gangguan mentruasi serta gangguan impotensi
13. Merasa mulut kering,seluruh badan panas, anggota badan terasa berat
*Dampak Psikis penggunaan morfin
1. Menimbulkan rasa gembira berlebihan
2. Dampak anti depresan
3. Merasa rilex
4. Mengantuk ,tertidur dan mimpi indah
5. Menjelang tertidur, kesadaran menjadi kabur
6. Menimbulkan gangguan kosentrasi pikiran, sulit berpiki
1. Menimbulkan rasa gembira berlebihan
2. Dampak anti depresan
3. Merasa rilex
4. Mengantuk ,tertidur dan mimpi indah
5. Menjelang tertidur, kesadaran menjadi kabur
6. Menimbulkan gangguan kosentrasi pikiran, sulit berpiki
Narkoba Dalam Bentuk Brownies Dan Cokelat
Rabu, 13 Mei 2015
Seiring perkembangan zaman, perwujudan bentuk narkotika tidak lagi kristal. Sekarang, ditemukan narkotika jenis baru, yaitu dalam bentuk tablet dengan kertas potongan kecil berukuran 0,6-0,7 cm.
Selain dalam bentuk kertas, narkotika juga berubah bentuk dengan cara yang lain. Ada ganja dicampur aduk dengan bahan makanan, kemudian dimasak sehingga berbentuk seperti kue brownies dan cokelat.
“Ini perwujudan narkotika baru. Narkotika telah berubah bentuk, tidak lagi berwujud kristal. Penyamaran menjadi berbahaya. Berbentuk kue dan kertas,” ujar Deputi Bidang Pemberantasan BNN, Inspektur Jenderal Polisi Dedi Fauzi Elhakim, di kantor BNN, Jakarta, Senin (13/4/2015).
Irjen Pol Dedi Fauzi menjelaskan, dari 354 narkotika jenis baru atau new psychoavtive substances yang ada di dunia, 35 jenis beredar di Indonesia. Ini merupakan modus operandi baru.
“Kalau berbentuk kertas itu mengandung stimulan. Jadi orang tidak mengenal capek dan lelah. Tetapi, ini menganggu proses kejiwaan. Yang berbentuk kertas cara pemakaian disimpan di bawah lidah,” kata dia.
Salah satu narkotika berbentuk kertas, yaitu CC4. Peredaran obat CC4 terungkap setelah Direktorat Narkoba Mabes Polri menggeledah LP Cipinang pada Kamis malam, 9 April 2015.
Penggeledahan itu dilakukan untuk membongkar jaringan narkoba yang diduga dikendalikan oleh terpidana mati, Freddy Budiman. Di LP Cipinang, petugas menyita 120 lembar atau 2.000 buah CC4.
Sementara itu, BNN baru saja mengungkap kelompok yang menjual kue brownies dan cokelat mengandung ganja. IR (38 tahun) sudah menjalankan bisnis ini selama enam bulan. Dia menjual melalui internet.
Selain dalam bentuk kertas, narkotika juga berubah bentuk dengan cara yang lain. Ada ganja dicampur aduk dengan bahan makanan, kemudian dimasak sehingga berbentuk seperti kue brownies dan cokelat.
“Ini perwujudan narkotika baru. Narkotika telah berubah bentuk, tidak lagi berwujud kristal. Penyamaran menjadi berbahaya. Berbentuk kue dan kertas,” ujar Deputi Bidang Pemberantasan BNN, Inspektur Jenderal Polisi Dedi Fauzi Elhakim, di kantor BNN, Jakarta, Senin (13/4/2015).
Irjen Pol Dedi Fauzi menjelaskan, dari 354 narkotika jenis baru atau new psychoavtive substances yang ada di dunia, 35 jenis beredar di Indonesia. Ini merupakan modus operandi baru.
“Kalau berbentuk kertas itu mengandung stimulan. Jadi orang tidak mengenal capek dan lelah. Tetapi, ini menganggu proses kejiwaan. Yang berbentuk kertas cara pemakaian disimpan di bawah lidah,” kata dia.
Salah satu narkotika berbentuk kertas, yaitu CC4. Peredaran obat CC4 terungkap setelah Direktorat Narkoba Mabes Polri menggeledah LP Cipinang pada Kamis malam, 9 April 2015.
Penggeledahan itu dilakukan untuk membongkar jaringan narkoba yang diduga dikendalikan oleh terpidana mati, Freddy Budiman. Di LP Cipinang, petugas menyita 120 lembar atau 2.000 buah CC4.
Sementara itu, BNN baru saja mengungkap kelompok yang menjual kue brownies dan cokelat mengandung ganja. IR (38 tahun) sudah menjalankan bisnis ini selama enam bulan. Dia menjual melalui internet.
Untuk semua terutama para remaja dan anak anak jangan mau untuk menerima makanan dari orang yang tidak kita kenal karena dikhawatirkan makanan itu mengandung narkoba :). Say no to drugs
Lomba Yel-Yel Anti Narkoba Part#1
Selasa, 12 Mei 2015
Sabtu, 9 Mei 2015 kemarin, SMPN 1 Porong menggelar lomba Yel-yel antar kelas. dimana nantinya lomba ini akan mengambil 3 juara yang akan di lombakan lagi pada tanggal 20 Mei 2015 guna menyambut datangnya BNN (Badan Narkotika Nasional) di SMPN 1 Porong.
Nah, dari lomba antar kelas kemarin para juri memberikan JUARA 1 pada Kelas 8C, JUARA 2 kelas 8F dan JUARA 3 kelas 8I.
video lomba yel-yel kelas 8C
EKSTASI
Selasa, 12 Mei 2015
MDMA (3,4-metilenedioksi-metamfetamina), biasanya dikenal dengan nama Ekstasi, E, X, atau XTC adalah senyawa kimia yang sering digunakan sebagai obat rekreasi yang membuat penggunanya menjadi sangat aktif.
Risiko penggunaannya adalah dehidrasi ketika penggunanya lupa minum air. Hal sebaliknya juga dapat terjadi, di mana seseorang minum terlalu banyak air.
Apa saja dampak langsung dari ekstasi?
- Perasaan senang berlebihan.
- Perasaan nyaman.
- Mual-mual.
- Berkeringat dan dehidrasi.
- Meningkatkan kedekatan dengan orang lain.
- Percaya diri dan kurang mampu mengendalikan diri.
- Suka menggertakkan dan menggesek gigi.
- Paranoia, kebingungan.
- Meningkatnya denyut jantung, suhu tubuh dan tekanan darah.
- Pusing, pingsan atau suka bercanda yang tidak lucu.
Apa saja dampak jangka panjang dari ekstasi?
Hanya sedikit yang mengetahui tentang dampak jangka panjang dari ekstasi, tetapi resiko kerusakan psikologi dan mental sangat tinggi.
Hal-hal di bawah ini adalah hal yang kami ketahui:
- Ekstasi merusak otak dan mengganggu daya ingat.
- Ektasi membahayakan otak yang berfungsi untuk pembelajaran dan berpikir cepat.
- Ada bukti-bukti bahwa ekstasi dapat menyebabkan kerusakan jantung dan hati.
- Pengguna rutin telah melaporkan bahwa diri mereka mengalami depresi ekstrim dan beberapa kasus gangguan mental.
Tips Cara Menghindari Narkoba
Selasa, 12 Mei 2015
Kalian anak remaja yang gaul? Pasti gak pakai narkoba kan ☺. Kita adalah generasi bangsa , jangan pernah kita hancurkan bangsa ini karena ulah kita sendiri. Marilah kita jauhi narkoba dan bersama sama membangun negara ini yang lebih baik. mau tau kan cara untuk menghindari narkoba? Berikut caranya:
- Jangan pernah mencobanya, walaupun untuk iseng atau untuk alasan lain, kecuali perintah dari dokter atau alasan medis.
- Kuatkan iman, mantapkan pribadi, pakailah rasio (pemikiran, pertimbangan) lebih banyak dari pada emosi. Selalu beribadah dan mendekatkan diri kepada allah
- Jangan menghindar dari masalah tetapi selesaikan semua dengan sabar. bila tak mampu konsultasi pada ahli.
- Pilihlah pergaulan yang aman jangan yang berbahaya.
- Pilih kegiatan yang sehat, tak merugikan diri sendiri ataupun orang lain, ikutilah klub olah raga, organisasi sosial. Lakukan hobi bersama teman dan keluarga.
- Gunakan waktu dan tempat yang aman, jangan keluar malam-malam. Berkumpul lah dengan keluarga
- Selalu berusaha menjadi pribadi yang baik, bertindak positif, bertanggungjawab, jadilah figure/sosok yang diteladani.
- Berusahalah “saling mendengar”, saling mengingatkan dan saling memaafkan agar semakin mendewasakan pribadi masing-masing.
- Buatlah keluarga menjadi tempat yang paling menyenangkan, paling menenangkan sehingga membuat “betah” tinggal bersama “sahabat”.
- Selalu ingatkan, bahwa ancaman hukuman untuk penyalah guna Narkoba, apalagi bagi pengedar Narkoba adalah Lembaga Pemasyarakatan.
- Ingatkan bahwa Narkoba akan merusak kerja otak, susunan syaraf pusat, merusak ginjal, lever dan sebagainya.
Sejarah dan akibat dari heroin
Senin, 04 Mei 2015
Kalian tentu tahu tentang heroin, heroin atau putau adalah obat bius yang sangat mudah membuat seseorang kecanduan karna efeknya sangat kuat. Obat ini bisa di temukan dalam bentuk pil, bubuk, dan juga dalam bentuk bubuk dan cair. Rasanya pahit, memiliki sifat menghilangkan rasa nyeri. yang sudah ketergantungan heroin bisa di sebut juga "chasing the dragon."
Asal mula heroin tidak bisa dilepaskan dari nama Heinrich Dreser, seorang ilmuwan Jerman yang menjadi kepala laboratorium perusahhan farmasi Bayer. Karena terinspirasi oleh diasetilmorfin temuan C.R . Wright, diapun berusaha membuat obat baru dengan efek serupa, yaitu menenangkan dan menghilangkan rasa sakit tapi tidak menimbulkan candu seperti morfin. Diapun mensintesis diasetilmorfin menjadi heroin (yang saat itu belum dinamai) dan mencobanya pada beberapa hewan kecil lalu ke teman kerjanya dan akhirnya dirinya sendiri.
Hasilnya diapun menemukan bahwa heroin sangat bermanfaat untuk menyambuhkan penyakit pernafasan seperti asma, TBC dan Bronkitis. Pada Novembaer 1898 diapun memperkenalkan temuannya pada acara kongres para dokter Jerman. Kemudian diapun menamai obat hasil temuannya dengan nama "heroin" yang berarti heroik atau bersifat kepahlawanan dalam bahasa Jerman. Lalu bersama dengan perusahaan farmasi Bayern, diapun meluncurkan heroin dengan slogan "Heroin Sang Penawar Batuk". Obat inipun mulai merambah dengan cepat bahkan sampai keluar pasar Jerman karena adanya jaminan tanpa efek samping dari perusahaan Bayern.
Namun, justru karena adanya jaminan itulah muncul keraguan dari sekelompok masyarakat dan ahli medis. Keraguan ini mulai terbukti saat para dokter menemukan banyak pasien masih meminta heroin meski penyakit mereka sudah sembuh. Dan setelah pengujian ulang oleh para ilmuwan akhirnya diketahui bahwa heroin ternyata memiliki efek ketergantungan pada pemakianya yang bahkan lebih kuat dari pada morfin.
Pada 1913, karena desakan banyak pihak, Bayer pun menarik heroin dari pasaran dan menghapus nama heroin dari daftar temuan obat mereka dan mencoreng nama besar dari perusahaan farmasi Bayer.
Sekian postingan saya tentang sejarah heroin, sebuah obat yang muncul dengan digdaya dan sirna dengan memalukan.
BAHAYA PENGGUNAAN HEROIN
Pengaruh yang timbul karena pemakaian Heroin :
1. Pupil mata menyempit
2. Timbul mual, muntah, tenggorokan kering
3. Tidak mampu berkonsentrasi
4. Acuh tak acuh (apatis )
1. Pupil mata menyempit
2. Timbul mual, muntah, tenggorokan kering
3. Tidak mampu berkonsentrasi
4. Acuh tak acuh (apatis )
Akibat/ bahaya pemakaian Heroin
1. Berat badan turun dratis, kurang gizi dan sembelit.
2. Bila dosis dikurangi terjadi gejala putus zat (sakauw) kejang otot, mencret, tremor (angota tubuh gemeter tanpa kendali)
3. Panik, menggigil, gelisah
4. Berkeringat
5. Tidak bisa tidur
6. Rasa nyeri di seluruh tubuh
7. Kematian
1. Berat badan turun dratis, kurang gizi dan sembelit.
2. Bila dosis dikurangi terjadi gejala putus zat (sakauw) kejang otot, mencret, tremor (angota tubuh gemeter tanpa kendali)
3. Panik, menggigil, gelisah
4. Berkeringat
5. Tidak bisa tidur
6. Rasa nyeri di seluruh tubuh
7. Kematian
Penyalahgunaan narkoba berpengaruh pada tubuh dan mental emosional pemakainya. Jika sering dipakai, apalagi dalam jumlah berlebihan akan merusak kesehatan tubuh, kejiwaan dan fungsi sosial. Bagi remaja pengaruhnya lebih fatal, karena dapat menghambat perkembangan kepribadiannya.
Oleh karena itu jangan biarkan narkoba merampas kehidupan kita sebagai generasi penerus bangsa. Selain itu penyalahgunaan narkoba merupakan perbuatan melanggar hukum.
Oleh karena itu jangan biarkan narkoba merampas kehidupan kita sebagai generasi penerus bangsa. Selain itu penyalahgunaan narkoba merupakan perbuatan melanggar hukum.
GANJA
Jumat, 01 Mei 2015
Ganja (Cannabis sativa syn. Cannabis indica) adalah tumbuhan budidaya penghasil serat, namun lebih dikenal karena kandungan zat narkotika pada bijinya, tetrahidrokanabinol (THC, tetra-hydro-cannabinol) yang dapat membuat pemakainya mengalami euforia (rasa senang yang berkepanjangan tanpa sebab). Tanaman ganja biasanya dibuat menjadi rokok mariyuana.
Tanaman semusim ini tingginya dapat mencapai 2 meter. Berdaun menjari dengan bunga jantan dan betina ada di tanaman berbeda (berumah dua). Bunganya kecil-kecil dalam dompolan di ujung ranting. Ganja hanya tumbuh di pegunungan tropis dengan ketinggian di atas 1.000 meter di atas permukaan laut.
Ganja menjadi simbol budaya hippies yang pernah populer di Amerika Serikat. Hal ini biasanya dilambangkan dengan daun ganja yang berbentuk khas. Selain itu ganja dan opium juga didengungkan sebagai simbol perlawanan terhadap arus globalisme yang dipaksakan negara kapitalis terhadap negara berkembang. Di India, sebagian Sadhu yang menyembah dewa Shiva menggunakan produk derivatif ganja untuk melakukan ritual penyembahan dengan cara menghisap hashish melalui pipa chilam/chillum, dan dengan meminum bhang.
Sejak 10 Desember 2013, Uruguay melegalkan ganja untuk diperjualbelikan dan dikonsumsi di negara tersebut.
Efek negatif secara umum adalah pengguna akan menjadi malas dan otak akan lamban dalam berpikir. Namun, hal ini masih menjadi kontroversi, karena tidak sepenuhnya disepakati oleh beberapa kelompok tertentu yang mendukung medical marijuana dan marijuana pada umumnya. Selain diklaim sebagai pereda rasa sakit, dan pengobatan untuk penyakit tertentu (termasuk kanker), banyak juga pihak yang menyatakan adanya lonjakan kreativitas dalam berpikir serta dalam berkarya (terutama pada para seniman dan musisi).
Berdasarkan penelitian terakhir, hal ini (lonjakan kreativitas), juga dipengaruhi oleh jenis ganja yang digunakan. Salah satu jenis ganja yang dianggap membantu kreativitas adalah hasil silangan modern "Cannabis indica" yang berasal dari India dengan "Cannabis sativa" dari Barat. Jenis ganja silangan inilah yang tumbuh di Indonesia.
Efek yang dihasilkan juga beragam terhadap setiap individu. Segolongan tertentu ada yang merasakan efek yang membuat mereka menjadi malas, sementara ada kelompok yang menjadi aktif, terutama dalam berfikir kreatif (bukan aktif secara fisik seperti efek yang dihasilkan metamfetamin). Ganja, hingga detik ini, tidak pernah terbukti sebagai penyebab kematian maupun kecanduan. Bahkan, di masa lalu dianggap sebagai tanaman luar biasa, di mana hampir semua unsur yang ada padanya dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Hal ini sangat bertolak belakang dan berbeda dengan efek yang dihasilkan oleh obat-obatan terlarang dan alkohol, yang menyebabkan penggunanya menjadi kecanduan hingga tersiksa secara fisik, dan bahkan berbuat kekerasan maupun penipuan (aksi kriminal) untuk mendapatkan obat-obatan kimia buatan manusia itu.
Dalam penelitian ilmiah dengan metode systematic review yang membandingkan efektifitas ganja sebagai obat antiemetic didapatkan hasil ganja memang efektif sebagai obat antiemetic dibanding prochlorperazine, metoclopramide, chlorpromazine, thiethylperazine, haloperidol, domperidone, atau alizapride, tetapi pengunaannya sangat dibatasi dosisnya, karena sejumlah pasien mengalami gejala efek psikotropika dari ganja yang sangat berbahaya seperti pusing, depresi, halusinasi, paranoia, dan juga arterial hypotension
Langganan:
Postingan (Atom)










